SIBOLGA, 28/9 - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan delapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan Zona I di Sumut, yakni SMK Sibolga, Pematangsiantar, Indrapura, Marancar, Lumut, Panyabungan, Perdagangan dan Sinunukan. Diharapkan SMK Pusat Keunggulan ini nantinya dapat melahirkan siswa berprestasi dan dapat bersaing di dunia industri.   "Kemajuan suatu bangsa ke depan ditentukan oleh kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dan bukan melimpahnya SDA (Sumber Daya Alam). Karena itu, saya minta guru-guru dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memprioritaskan dunia pendidikan ini. Dengan fasilitas yang dapat melahirkan siswa berprestasi," ucap Edy Rahmayadi saat meresmikan delapan SMK Pusat Keunggulan di halaman SMKN 3 Sibolga, Jalan Tukka Sibuluan Raya, Kota Sibolga, Rabu (28/9).   Hadir dalam kegiatan ini, Direktur SMK Ditjen Pendidikan Wardani Sugiyanto, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Ali Murtopo Simbolon, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Asren Nasution, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Baharuddin Siagian, Plt Kepala Dinas Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Forkopimda, para guru serta ribuan siswa SMK dan wali murid.     Dalam arahannya, Edy Rahmayadi juga mengingatkan para Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah untuk tidak mengikutkan anak didik ke dalam politik. Karena tugas mereka hanyalah belajar untuk kemajuan bangsa ini ke depan. Potensi wilayah yang luas dan juga SDM yang banyak, merupakan bonus demografi untuk Sumut yang harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, agar potensi ini dapat di raih.   Perkembangan zaman yang semakin modern, menurut Edy, sangat memudahkan bagi anak didik untuk menuntut ilmu pengetahuan dari fasilitas yang mudah didapatkan. Karenanya Edy berpesan pada guru, untuk mencari cara bagaimana minat anak didik dalam belajar dapat terus ditingkatkan.   "Tentunya berbeda dengan zaman kita dahulu, fasilitas seperti buku saja kita sulit dapatkan, namun minat dalam mencari ilmu sangat tinggi. Jadi jangan sampai terbalik, fasilitas mudah, namun minat belajar yang sudah berkurang," katanya.   Disampaikan juga, hal utama dalam mengejar kualitas SDM ini adalah dengan memupuk rasa peduli, kejujuran, kasih sayang dan pantang menyerah pada anak didik. Memiliki rasa peduli, anak didik tentunya akan memiliki empati dalam membangun negeri ini. Semua ini juga didukung dengan kejujuran dalam melaksanakan amanah dan aktivitas keseharian.   "Kasih sayang antarsesama, tidak pandang perbedaan ras, suku dan agama harus ditanamkan pada mereka. Kemudian anak didik ini juga harus dilatih untuk tidak mudah menyerah, karena tantangan kedepan yang mereka hadapi lebih berat lagi membangun bangsa ini," katanya.   Kepala Dinas Pendidikan Sumut Asren Nasution mengatakan, dengan diresmikannya delapan SMK Pusat Keunggulan ini, maka Sumut kini memiliki 65 SMK Pusat Keunggulan, yang diharapkan nanti siswa dari SMK ini akan memenuhi kebutuhan SDM dalam dunia industri.   "Dengan bertambahnya SMK Pusat Keunggulan ini, tentunya dapat memenuhi kebutuhan pekerja dunia industri nantinya di Sumut. Kita harapkan juga nantinya dari sini akan lahir putra putri terbaik yang berprestasi dan membanggakan Sumut," katanya.   Selain meresmikan SMK Pusat Keunggulan tersebut, Edy Rahmayadi pada kesempatan itu juga menyerahkan bantuan 20 ribu benih ikan pada Kelompok Tani Sibolga, menyerahkan sertifikat industri dunia kerja pada guru dan bingkisan pada purna guru, serta menyerahkan beasiswa pada siswa terbaik. **(H14/DISKOMINFO SUMUT)-(RV)